Kewirausahaan dalam Pelukan Keberagaman: Membangun Harmoni dalam Bhinneka Tunggal Ika

2
Picture of Kurikulum Smansago
Kurikulum Smansago
Share this post:

Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang mengambil tema Kewirausahaan dan Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan proyek P5 untuk kelas X dan XI angkatan tahun 2023/2024 dilaksanakan dengan menggunkan sistem Blok. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 April – 8 Mei 2024.

Dengan mengangkat Pertama tema Kewirausahaan “Rangkaian kegiatan P5 dengan  tema Kewirausahaan dengan tujuan untuk meningkatkan ekonomi, home industri dengan pemanfaatan teknologi ” dengan menu utama makanan khas daerah. Selama ini, makanan tradisional tidak banyak digemari oleh anak – anak, karena mereka menganggap bahwa makanan tersebut sudah jadul, dengan memanfaatkan kearifan lokal maka sekolah berharap siswa dapat mengkreasikan makanan tradisonal menjadi makanan yang digemari oleh orang banyak. Pelaksanaan projek ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat, yaitu siswa, orang tua, guru, sekolah, masyarakat sekitar, pemerintah daerah dan pihak lainnya.” Yang kedua mengangkat tema Bhinneka Tunggal Ika. Kebudayaan nusantara yaitu kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional Nusantara dan sebagai perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa. Namun jika kita melihat generasi bangsa saat ini, sangat miris karena mulai menurunnya rasa kecintaan dan keinginan untuk memajukan serta melestarikan seni dan budaya daerah sebagai warisan leluhur. Lemahnya peran pemuda dalam menjaga dan melestarikan seni dan budaya daerah masing-masing bisa dilihat dari tren gaya hidup yang banyak budaya modern yang kebarat-baratan. Akibatnya, mereka kurang mengenal budaya daerah negeri sendiri apalagi bisa turut mempelajari dan melestarikannya.  Tujuan dari proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang bertema “Bhinneka Tunggal Ika” dengan topik “Pelestarian Budaya Nusantara” adalah membuat peserta didik sebagai generasi muda lebih sadar mengenai konsep dan praktik berkebhinnekaan, mengenal  budaya Nusantara, dan mencegah agar tidak diakui negara lain, mengenalkan keragaman budaya pada dunia serta melahirkan kesadaran untuk melestarikannya.

Pada semester genap ini, tema yang diambil oleh kelas X adalah Kewirausahaan dan Bhineka Tunggal Ika, sedangkan kelas XI adalah Bhineka Tunggal Ika. Kegiatan P5 didahului oleh kelas X dengan tema Bhineka Tunggal Ika yang dilaksanakan pada tanggal 23 – 30 April 2024. Pada tema ini, siswa diminta untuk membuat batik remek dengan mendatangkan Narasumber dari tim Kalimasada (Joho, Purwantoro, Wonogiri). Kegiatan ini terdapat 8 tahapan yang harus dilakukan siswa, tahap pertama (mendesain), tahap kedua (proses mencanting), tahap ketiga (proses melapisi parafin), tahap keempat (proses remekan), tahap kelima (proses pewarnaan), tahap keenam (pemberian waterglass), tahap ketujuh (proses penglorotan), dan tahap terakhir (penjemuran). Sedangkan untuk tema Kewirausahaan dilaksanakan pada tanggal 2 Mei – 7 Mei 2024 dengan membuat produk makanan maupun benda yang merupakan ciri khas dari suatu daerah. Kegiatan ini bersamaan dengan kelas XI yang mengambil tema Bhineka Tunggal Ika, siswa diminta untuk mempersiapkan tampilan tari-tarian dan baju adat yang berasal dari suatu daerah. Daerah tersebut meliputi Bali, Aceh, Palembang, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara, Papua, Maluku dan Kalimantan Utara. Pembagian daerah tersebut berdasarkan undian pada masing-masing kelas.

Untuk kegiatan panen karya P5 pada kelas X dan kelas XI dilakukan secara bersama pada hari Rabu, 8 Mei 2024 di Gedung Olahraga (GOR) SMAN 1 Slogohimo. Masing-masing kelas X 1 – X 8 diminta mendirikan stand dan menyuguhkan produk penjualannya dari berbagai daerah seperti Bali (Sate lilit, es kuwut, pisang rai, batun bedil), Aceh (mie aceh, kue tipan, souvenir gantungan kunci), Palembang ( Pempek, Es jagung), Maluku ( Es ketan merah) dan masih banyak lagi makanan khas yang disuguhkan dari kelas X. Untuk kelas XI F1 – XI F8 dalam panen karya bertema Bhineka Tunggal Ika menampilkan beberapa tarian seperti tari lenso, Tari sajojo, Tari  kecak, Tari janger, Tari kebalai, Tari totor, Tari kancet, Tari pelanduk, Tari saman, Tari angin mamiri.

Kesimpulan Menurut Ibu Tri Lestari, S.Pd. ( Waka Kurikulum) , Projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) merupakan salah satu saran penerapan kurikulum merdeka yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengalami pengetahuan sesuai proses penguatan karakter sekaligus kesempatan belajar dengan lingkungannya. Dengan adanya pendampingan dari bapak ibu guru sekaligus sebagai fasilitator diharapkan benar-benar membuat siswa mampu kreatif, inovatif, dan imajinatif sehinga anak-anak benar-benar mampu mengembangkan ide dan bakatnya secara aplikatif. “Kegiatan P5 yang bertema Bhinneka Tungal Ika kali ini cukup baik, terlaksana cukup meriah. Siswa beserta bapak ibu guru serta semua steakholder terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut sehingga kegiatan aksi puncak kali ini bisa berjalan lancar.” ujarnya, Ibu Tri Lestari, S.Pd berharap hendaknya peran orang tua, guru dan masyarakat setempat terutama sekolah-sekolah yang belum pernah melaksanakan kegiatan P5 benar benar dilibatkan sehingga akan menghasilkan suatu bentuk karakter yang diinginkan. Semoga melalui kegiatan P5 ini siswa dan guru benar-benar mendapatkan wawasan dan bekal tentang pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap pemasalahan di lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam profil pelajar pancasila.